Likuiditas Pasar

Pengertian Likuiditas

Untuk memahami apa itu likuiditas dalam disertasinya Rico von Wyss (2004) mencoba menjelaskannya dalam kerangka ilmu ekonomi. Menurutnya tidak mudah untuk mendefinisikan dan mendapatkan pengertian yang memadai tentang likuiditas. Biasanya pendefinisian likuiditas dilakukan dengan suatu kalimat singkat seperti yang dikemukakan Shen dan Starr (2002, hal 1):

“Liquidity in a financial market –the ability to absorb smoothly the flow of buying and selling orders-…”

Terjemahan bebas dari kalimat di atas adalah sebagai berikut: Likuiditas pasar finansial adalah kemampuan untuk menyerap secara baik,  aliran permintaan pembelian dan penjualan. Menurut Von Wyss (2004) kalimat ini tidak mampu menjelaskan secara utuh fenomena likuiditas karena likuiditas bukanlah variabel satu dimensi melainkan melibatkan beberapa dimensi lain (Brunner,1994). Dalam periode awal penelitian mengenai likuiditas banyak yang berfokus pada keunikan persebaran dalam memahami likuiditas ini. Lee, Mucklow, dan Ready (2003) menekankan pentingnya memasukan dimensi kuantitas kedalaman (depth) ke dimensi persebaran (spread) harga. Berikut beberapa dimensi yang biasanya terdapat di dalam likuiditas:

  1. Trading time, yaitu kemampuan untuk mengeksekusi/ melaksanakan transaksi secara segera pada harga saat ini. Waktu menunggu diantara perdagangan selanjutnya atau sebaliknya, jumlah perdagangan per unit waktu diukur untuk waktu perdagangan.
  2. Tighness, yaitu tingkat kemampuan untuk membeli dan menjual suatu aset pada harga yang sama di waktu yang bersamaan. Tighness ditunjukkan secara jelas dengan biaya yang terkait dengan transaksi atau biaya perantara (immediacy cost). Pengukuran dari tighness adalah versi berbeda dalam spread.
  3. Depth, adalah kemampuan untuk menjual dan membeli jumlah tertentu dari suatu aset tanpa mempengaruhi pada quoted price.  Tanda dari ilikuiditas adalah pengaruh pasar yang adverse bagi investor saat trading. Market Depth dapat diukur dengan rasio pemesanan, volume perdagangan atau flow ratio.
  4. Resiliency, yaitu kemampuan untuk menjual dan membeli sejumlah tertentu aset dengan sedikit pengaruh pada quoted price. Perbedaan mendasar antara depth dan resiliency adalah kalau depth hanya memperhatikan volume pada saat best bid dan ask price, sementara itu dimensi resiliency mengambil elastisitas dari permintaan dan penawaran. Aspek likuiditas seperti ini dapat digambarkan oleh intraday returns, rasio varian, dan rasio likuditas.

DAFTAR PUSTAKA

Von Wyss, Rico. 2004. Disertation: Measuring and Predicting Liquidity in Stock Market. Swiss. Universitate Saint Gallen

Tag:, , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: